SLB-A & SLB-B Karya Murni September 2015

 

snapshot flashlight Cover Song By SLB-A Karya Murni Medan
snapshot flashlight Cover Song By SLB-A Karya Murni Medan

Flash Light Cover song By SLB-A Karya Murni Medan

Pengobatan Gratis SLB-A Karya Murni , Karya Wisata
Yang Berulang Tahun SLB-A Karya Murni, Karya Wisata
Foto Bersama , SLB-A Karya Murni, Karya Wisata
Survey SLB-B Karya Murni
Foto Bersama di SLB-B Karya Murni , HM Joni

Setelah survey di SLB-A & SLB-B Karya Murni, maka Mitos Medan akan membagi Cinta Kasih untuk para adik-adik yang memiliki kekurangan penglihatan dan pendengaran ini.

Minggu, 13 September 2015, kita akan ke SLB-B Karya Murni (Tuna Rungu), lebih kurang 90 anak.

Selanjutnya Minggu, 04 Oktober 2015, kita akan berbagi kasih di SLB-A Karya Murni (Tuna Netra )

RENCANA acara di hari Minggu, 13 September 2015 ini adalah sebagai berikut
Pukul 09.15 – 09.45 WIB : dari rumah intan, kita berangkat ke SLB -C Karya Murni jln. HM Joni No.66A
Pukul 10.00 – 11.30 WIB : bermain indoor / outdoor game ceria bersama 90 adik2
Pukul 11.30 – 12.30 WIB : makan siang dan Ulang Tahun bersama(bila teman yg berulang tahun di bulan september ingin ikut serta merayakan dpt mendaftar pada panitia Wenni)
Pukul 12.30 – 13.30 WIB : pemberian bentuk kasih berupa
A. 90 paket Souvenir ( 2 biscuit, 2 roti, 2 snack, 2 coklat dan 2 kotak milo & jus dll)
B. 90 paket Kebersihan kesehatan ( sabun mandi, sikat gigi, odol gigi, shampoo, kaus kaki dan handuk)
C. Paket Pangan (20 liter minyak goreng, 10kg gula, 20 kaleng susu kental, 5kg garam, 10 botol kecap manis, 20kg tepung terigu, 20bungkus mie, 10kotak teh bubuk, 10 kaleng sardences, 10 kotak indomie dan 30kg beras.
D. Paket Sandang ( 10kg Rinso, 48pcs sarung, 48pcs keranjang kecil, 48pcs tempat sabun, pakaian layak pakai, dan gantungan baju
E. Paket Ceria bermain ( 2 set raket badminton baru/layak pakai, bola sepak, dll)

Bagi teman2 yang ingin berpartisipasi acara tgl 13 September secara langsung dapat menghubungin
1. Butos Hui Hp. 08126580025
2. Wilya Intan Hp. 081361599835
3. Wenni Widya Hp. 087884957940

Bagi teman donatur, yang ingin memberikan paket, harap dihubungin saudari Wilya Intan, dan pengumpulan semua paket paling lambat hari kamis, 10 September, karena semuanya akan dipaket pada dikemas di hari jumat dan sabtu.

Terima kasih,
Salam Bahagia

Check More: https://www.facebook.com/groups/mitosmedan/1160142940669550/

Kehidupan tidak pasti, namun kematian itu pasti

Oleh: Ven. Dr. K. Sri Dhammananda

Penerjemah : Tidak tercantum Sang Buddha bersabda: Kehidupan tidak pasti, namun kematian itu pasti. Setelah menyadari dengan jelas bahwa kematian pasti akan datang dan merupakan suatu akhir yang wajar, serta harus dihadapi setiap makhluk maka sebenarnya kita tidak perlu takut akan kematian. Namun, kenyataannya masih banyak diantara kita yang merasa takut menghadapinya. Karena itu kita tidak ingin mengingat-ingat bahwa kematian itu tak terelakkan dan kita ingin terus melekat pada kehidupan tercinta ini. Lahirnya seorang anak ke dunia membawa kebahagiaan dan kegembiraan bagi seluruh sanak keluarganya. Bahkan, sang ibu merasa sangat puas dan bahagia walau ia harus menanggung penderitaan yang hebat pada saat melahirkan. Ia merasa semua kesulitan dan penderitaan yang dialaminya cukup berharga untuk itu. Namun, sang anak pada waktu kelahirannya di dunia ini juga menunjukkan penderitaan yang turut ditanggungnya dengan menangis. Kemudian sang anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Ia melakukan berbagai perbuatan baik dan buruk. Dari dewasa kemudian menjadi tua dan akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini dengan meninggalkan sanak keluarga dalam kesedihan yang dalam. Demikianlah alur kehidupan seorang manusia yang senantiasa berusaha membebaskan diri dari perangkap kematian ini, namun tak seorangpun yang mampu mengatasinya. Dengan pikiran yang berputar- putar di sekitar tabungan kekayaan yang telah dikumpulkannya dan terus-menerus mengkhawatirkan anak-anak tersayang yang berkumpul mengelilinginya, serta tidak ketinggalan pula selalu menjaga dan memperhatikan kesehatan tubuhnya. Akan tetapi walaupun telah dirawat dengan hati-hati dan penuh perhatian, tetap akan kian lapuk dan melemah, yang akhirnya menimbulkan suatu kesedihan harus berpisah dengan tubuhnya tercinta. Hal demikian memang sukar diterima oleh kita, namun tak dapat dihindarkan oleh setiap orang, dan cara yang biasa ditempuh oleh kebanyakan orang dalam meninggalkan dunia ini adalah dengan keluh kesah dan ratap tangis. Kematian yang datang tiba-tiba telah dipandang sangat menakutkan, dan sikap ini timbul karena ketidak-tahuan mereka.

http://www.dhammatalks.net/BI/Dhammananda_Kehidupan_Tidak_Pasti_Namun_Kematian_itu_Pasti.pdf

Ibu dan ayah disebut ‘Brahma’

“Ibu dan ayah disebut ‘Brahma’ yg pantas dipuja, karena penuh kasih sayang terhadap anak2 mereka.
Orang bijaksana menghormati ibu dan ayah,
Memberi mereka penghormatan yg sesuai,
Menyediakan makanan dan minuman bagi mereka,

Memberi mereka pakaian dan tempat tidur,
Memandikan serta membasuh kaki mereka.

Bila ia melakukan pelayanan seperti itu Terhadap orang tuanya,

Mereka memuji orang bijaksana itu di sini
Dan setelah kematian ia bersuka cita di alam surga.”

Itivuttaka 106, Catukka, Khuddaka Nikaya

Semoga semua makhluk berbahagia.