Baksos Panti Asuhan Pelita Kasih Bersinar

Kamar dan kamarmandi
Gedung Panti Asuhan setengah jadi
Tempat tidur cowok bertingkat

Minggu, 28 Juni 2015, MITOS MEDAN akan mengadakan BAKSOS bermain, makan bersama dan berbagi di PA Pelita Kasih Bersinar, kampung lalang. Ada 25 anak-anak, adik-adik ini, terutama 15 putera tinggal dikamar yg lembab, bau, dan tdk terurus krn kamar mandi tumpet, tdk ada aliran udara krn kurangnya ventilasi dan air sumur yang berminyak.

Mitos Medan akan memberikan
A. Pelunasan 6 atau 7 anak yang nunggak uang sekolah
B. 8 buah tilam dan 15buah sarung
C. Pemasangan kawat nyamuk ditiap jendela, Pembuatan ventilasi udara dan membereskan masalah pembuangan air di kamar mandi
D. 25set Perlengkapan sekolah, tdd tas, 3bh buku tulis, 3bh buku petak kecil, buku gambar A4, cat warna, rol, 4bh pulpen, 2bh pinsil, rautan, pengapus, stipo, dan kaus kaki
E. 25 set Perlengkapan mandi, tdd sabun mandi, sikat gigi, odol, shampo dan handuk mandi
F. Kebutuhan hidup, tdd 30kg Beras, 3kg gula, 1kg garam, 10ltr minyak goreng, 2 btl kecap manis, 10bungkus bihun, 10 kaleng sardencis, obat2an, 4 buah lemari baju, kapur barus dan sikat wc dll
G. 25 paket Ceria berupa snack, biscuit dan coklat

Bagi teman2 yang ingin berpartisipasi dlm kegiatan ini dapat menghubungin
1. Butos Hui hp. 08126580025
2. Wilya Intan hp. 081361599835
3. Wenni Widya hp. 085275414675

Untuk dana tunai transfer ke:
Bank BCA 8005089154 an.Budianto Or Juliana Wono

Note. Kepada Donatur yang ingin memberikan barang kebutuhan dan perlengkapan diharapkan konfirmasi dan pengantarannya paling lambat hari Kamis, 25 Juni 2015 dan proses packing barang tgl 26 Juni 2015.
Terima kasih
Salam bahagia

Survey Peduli Desa Sekitar Sinabung

Pada Hari Minggu , 19 April 2015 Tim Mitos Medan bersama dengan Pak Abadi Ginting beserta Ibu dan Bapak Suwandi mengunjungi desa-desa di sekitar Gunung Sinabung

Perjalanan ditempuh dari Medan menuju Berastagi dan kita singgah untuk makan di Kota berastagi, selanjutnya kami meneruskan perjalanan ke desa-desa sekitar gunung sinabung, kita juga menjumpai anak2 dan ibu yang mengalami putusnya tali air ke rumah mereka, jadi sumber air putus di tengah jalan, maka mereka harus mengangkut air bersih ke rumah mereka masing2 atau mereka terpaksa menyuci baju mereka di tepi jalan sumber air tersebut

mengangkut air
menyuci baju

Kemudian kita melanjutkan perjalanan ke Desa Sigarang-garang yang merupakan radius 2KM dari gunung sinabung, sangat dekat dan sungguh memprihatinkan keadaan desa tersebut, dan tidak layak untuk ditinggali lagi, Penduduk disana yang memiliki kerabat di luar daerah seperti Kaban Jahe dan lainnya sudah mengungsi karena takut akan keadaan Gunung sinabung yang masih Aktif dan sewaktu-waktu bisa menyemburkan awan panas dan aliran lahar dingin berserta dengan bebatuan yang menggelinding dari atas gunung menuju desa meraka, sementara bantuan dari pemerintah tidak sampai ke tangan mereka, sebagian warga sudah pasrah hanya menunggu nasib karena tidak ada solusi buat mereka, atap2 rumah seng sudah habis dilalap panas dan mereka hanya bisa menggantinya dengan terpal untuk sementara dan segera rusak juga, terlihat goni2 yang diisi dengan tanah disusun untuk menahan laju lahar digin yang mengalir dari atas gunung agar tidak masuk ke rumah mereka, berikut foto2 dokumentasi yang bisa menggambarkan kondisi nyata dari Desa Sigarang-garang

Foto Bersama Desa Sigarang-garang
Wawancara
desa sigarang-garang

Berikutnya kami melanjutkan perjalanan ke Desa Berastepu dimana yang kami temukan hanyalah desa kosong, tidak ada warga yang menyambut kami, tidak ada seorangpun, kami pun turun sejenak untuk foto2 di sekitar gunung, tetapi alangkah terkejutnya kami menemukana seoranG Ibu yang sedang berkebun menyapa kami, akhirnya kami mendapatkan sepenggal cerita dari Ibu Tersebut bahwa hanya ada kurang dari 5 kepala keluarga yang pasrah menetap di desa tersebut, karena tidak ada bantuan dari pemerintah lagi, sedangkan jika mampu maka warga yang lainnya sudah mengungsi ke tempat lain..

wawancara dengan warga desa berastepu

sepanjang jalan kita menemukan kebun2 yang gersang yang tinggal rantingnya saja karena awan panas yang membakar tanaman semuanya

Kemudian kita melanjutkan perjalanan ke desa berikutnya yang lebih dekat lagi, yaitu Desa Gurukinayan, disana kita menemukan tanda bahaya di persimpangan menuju desa tersebut, kemudian kita pun bertanya kepada warga, katanya di desa tersebut sudah tidak ada lagi warga yang tinggal, jika kalian mau pergi tidak di larang, tetapi kami tidak menyarankannya, begitu sapa mereka..

tanda bahaya menuju desa Gurukinayan

untuk lebih jelasnya berikut adalah peta Gunung Sinabung beserta keterangan desa2 mana posisi yang paling dekat dengan gunung Sinabung

Peta Gunung Sinabung

Ceria dan Kasih Panti Asuhan Cahaya Berkat Abadi



Minggu, 12 April 2015,
Mitos Medan berbagi ceria kasih untuk 40 anak di Panti Asuhan Cahaya Berkat Abadi, jl. Bunga Wijaya Kesuma, padang bulan.
Anak2 ini juga berasal dari Nias, mereka masih berumur berkisar 3 s.d. 13 tahun, sekarang mereka tinggal bersama 4 pengurus di rumah sewa ini, ruangannya kecil tapi anak2 teratur dan tertib .
Jumat, 3 April 2015, pukul 3 sore survey kesana dan mendapati ada
● 12bh tas sekolah telah rusak, tdk ada resleting, robek, dll
● 13buah sepatu telah rusak, tdk beralas, berlubang, lem tempel dll
● 1 buah setrika listrik telah rusak sehingga baju sekolah kusut
● Meja belajar lipat anak2 telah rusak hingga harus bergantian, krn mudah rusak karena 1 meja kongsian tarik menarik, saran buat meja kelas
● Tilam yg telah kotor krn adik2 tidur dilantai ruang tengah
● rak dan lemari

Panti Asuhan ini baru ada pada tanggal 16 Mei 2014, tergolong masih baru. Mitos Medan akan mengadakan acara
1. Bermain dan belajar bersama dlm seni dan rupa
2. Makan siang dan ulang tahun bersama
3. Pemberian tas sekolah, sepatu, setrika, meja dan kursi kecil
4. Pemberian 20bh Tilam, bantal dan selimut
5. Pemberian kebutuhan pokok ( 2 lusin susu kaleng, 5kg Gula, 10ltr minyak goreng,
10 bungkus bihun, 10 kaleng sardencis, 6 botol kecap manis, 2 botol kecap asin, 10kg kacang hijau, 1kg ikan asin, 10kg rinso, 10kaleng baygon/obat nyamuk, 10 bungkus pencuci lantai, dan 3 buah lampu emergency)
6. Pemberian 40 paket kesehatan ( odol gigi, sikat gigi, pepsodent, shampo, dan sabun batang)
7. Pemberian 40 paket sekolah (3bh pulpen, rol, stipo, pinsil, penghapus, buku gambar, dan pinsil warna)
8. Pemberian 40 paket snack

Demikianlah 8 acara yang ingin mitos medan persembahkan untuk mereka, agar cahaya kasih kami dapat memberikan keceriaan dan kehangatan dalam hidup ini.

Bagi teman/saudara yang ingin ikut serta dalam acara ini atau membutuhkan informasi dapat menghubungi:
1. Wenni Widya Hp. 085275414675
2. Wilya Intan Hp. 081361599835
3. Butos Hui Hp. 08126580025

Untuk pemberian kebutuhan diharapkan paling lambat tgl 9 April 2015. Terima kasih

Salam bahagia untuk kesejahteraan yang kita terima bersama. Semoga kebahagiaan ini juga dapat dirasakan oleh mereka yang masih membutuhkannya.

Link Facebook Group Mitos Medan:
https://www.facebook.com/groups/mitosmedan/1065042400179605/

Haruskah para Buddhis berambisi?

Ven s.Dhammika

Haruskah para Buddhis berambisi?
Bhante S. Dhammika

Ambisi (chanda atau iccha) adalah keinginan untuk memperoleh keuntungan pribadi: kekayaan, kekuasaan, status atau ketenaran; sementara aspirasi (pathana) adalah keteguhan yang lembut tapi tegas untuk mencapai sesuatu.Kata ‘ambisi’, dari bahasa Inggris ambition,berasal dari bahasa Latin, ambitionem, yang berarti “berputar” sementara kata ‘aspirasi’, Inggris aspiration, berasal dari kata Perancis yang berarti “untuk bernapas keluar”, terkait dengan kata Latin spiritus, ‘napas’. Ambisi tidak selalu negatif, tetapi memiliki kecenderungan untuk mengesampingkan integritas dalam upayanya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan ketika mendapatkan apa yang diinginkan, kadang-kadang terjadi penyalahgunaan. Sebagian contoh adalah aktor sukses yang akhirnya menjadi pecandu narkoba, bintang atlet yang berbuat curang untuk memenangkan lagi medali berikutnya, dan pengusaha kaya yang menghindari pajak atau mencuri dari pemegang saham mereka untuk menmbah pendapatan lebih banyak lagi.Seperti yang diutarakan Sang Buddha: ‘Karena keinginannya untuk kekayaan, sang bodoh menyandungi dirinya sendiri’ (Dhp.355). Yang sering terjadi, ambisi hanya membuat kita ‘berputar dalam lingkaran’, dengan kata lain kita dijerat lebih lanjut dalam samsara. Yang disebut ‘Self-Improvement’ Movement, ‘Gerakan Pengembagan Diri’ dalam bahasa Indonesia,adalah contoh baik dari filsafat hidup berdasarkan ambisi. Di balik semua pembicaraan tentang “gairah untuk keunggulan” (the passion for excellence), “menjadi yang terbaik yang anda bisa” (being the best you can be) dan “memberikan kontribusi kepada masyarakat” (contributing to society), biasanya terletak keserakahan dan egoisme.
Aspirasi adalah suatu wujud dari hasrat/keinginan yang dibentuk oleh keprihatinan, integritas/ketulusan dan kepentingan diri yang juga memperhitungkan kepentingan orang lain. Sementara ambisi berfokus sepenuhnya pada tujuan, aspirasi tidak pernah kehilangan fokus baik arah tujuan atau cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Aspirasi memungkinkan kita untuk “bernapas lega” (assasa, M.I, 64) setelah kita mencapai tujuan kita, karena kita tahu bahwa kita telah melakukannya tanpa mengorbankan nilai-nilai kita ataupun merugikan orang lain. Aspirasi juga berpaham bahwa, sementara tujuan duniawi mungkin berguna dalam kehidupan ini, tujuan-tujuan spiritual bermanfaat bagi kita baik di kehidupan ini, kehidupan berikutnya dan pada akhirnya akan mengarah pada keadaan pemenuhan yang sempurna, di mana kita tidak perlu lagi berusaha untuk tujuan apa pun, yaitu Nirvana. Sang Buddha mengatakan orang harus, “menuangkan seluruh hasratnya, mengerahkan dirinya, berusaha sepenuhnya, menerapkan pikiran dan keteguhan” untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut (A.IV, 364). Dan ketika Beliau mengatakan bahwa orang yang berlatih Dhamma harus “moderat dalam keinginannya”, Iamengartikanbahwa kita harus beraspirasi mencapai tujuan-tujuan yang pantas tanpa membiarkan aspirasi kitamerosot berubah menjadi ambisi. Continue reading

Paket Bekal Untuk Tunawisma

Tosabella in action
Momo in Action

Minggu, 08 Februari 2015, pukul 05.00WIB Mitos Medan akan membagikan Paket Bekal Pagi untuk 50 Tunawisma disekitar kota Medan.
Paket Bekal Pagi terdiri dari Nasi sayur, 2bh roti, 2btl 600ml air minum, 2bh buah, 2bh biscuit kering, dan pakaian layak pakai dan ditambah angpao.
Bagi yang ingin berpartisipasi dlm pembagian paket bekal makan pagi, dapat menghubungi:
Wilya Intan Hp.081361599835
Budianto Hp. 08126580025
Purnomo Hp. 085265564004

Bagi teman2 yg ingin ikut serta dlm pembagian diharapkan pemberitahuan segera dan karena packing paket di hari sabtu, maka diharapkan paling lambat barang telah tiba di pos kami paling lambat di hari kamis, 05 Februari 2015.

Terima kasih, salam bahagia