Survey Peduli Desa Sekitar Sinabung

Pada Hari Minggu , 19 April 2015 Tim Mitos Medan bersama dengan Pak Abadi Ginting beserta Ibu dan Bapak Suwandi mengunjungi desa-desa di sekitar Gunung Sinabung

Perjalanan ditempuh dari Medan menuju Berastagi dan kita singgah untuk makan di Kota berastagi, selanjutnya kami meneruskan perjalanan ke desa-desa sekitar gunung sinabung, kita juga menjumpai anak2 dan ibu yang mengalami putusnya tali air ke rumah mereka, jadi sumber air putus di tengah jalan, maka mereka harus mengangkut air bersih ke rumah mereka masing2 atau mereka terpaksa menyuci baju mereka di tepi jalan sumber air tersebut

mengangkut air
menyuci baju

Kemudian kita melanjutkan perjalanan ke Desa Sigarang-garang yang merupakan radius 2KM dari gunung sinabung, sangat dekat dan sungguh memprihatinkan keadaan desa tersebut, dan tidak layak untuk ditinggali lagi, Penduduk disana yang memiliki kerabat di luar daerah seperti Kaban Jahe dan lainnya sudah mengungsi karena takut akan keadaan Gunung sinabung yang masih Aktif dan sewaktu-waktu bisa menyemburkan awan panas dan aliran lahar dingin berserta dengan bebatuan yang menggelinding dari atas gunung menuju desa meraka, sementara bantuan dari pemerintah tidak sampai ke tangan mereka, sebagian warga sudah pasrah hanya menunggu nasib karena tidak ada solusi buat mereka, atap2 rumah seng sudah habis dilalap panas dan mereka hanya bisa menggantinya dengan terpal untuk sementara dan segera rusak juga, terlihat goni2 yang diisi dengan tanah disusun untuk menahan laju lahar digin yang mengalir dari atas gunung agar tidak masuk ke rumah mereka, berikut foto2 dokumentasi yang bisa menggambarkan kondisi nyata dari Desa Sigarang-garang

Foto Bersama Desa Sigarang-garang
Wawancara
desa sigarang-garang

Berikutnya kami melanjutkan perjalanan ke Desa Berastepu dimana yang kami temukan hanyalah desa kosong, tidak ada warga yang menyambut kami, tidak ada seorangpun, kami pun turun sejenak untuk foto2 di sekitar gunung, tetapi alangkah terkejutnya kami menemukana seoranG Ibu yang sedang berkebun menyapa kami, akhirnya kami mendapatkan sepenggal cerita dari Ibu Tersebut bahwa hanya ada kurang dari 5 kepala keluarga yang pasrah menetap di desa tersebut, karena tidak ada bantuan dari pemerintah lagi, sedangkan jika mampu maka warga yang lainnya sudah mengungsi ke tempat lain..

wawancara dengan warga desa berastepu

sepanjang jalan kita menemukan kebun2 yang gersang yang tinggal rantingnya saja karena awan panas yang membakar tanaman semuanya

Kemudian kita melanjutkan perjalanan ke desa berikutnya yang lebih dekat lagi, yaitu Desa Gurukinayan, disana kita menemukan tanda bahaya di persimpangan menuju desa tersebut, kemudian kita pun bertanya kepada warga, katanya di desa tersebut sudah tidak ada lagi warga yang tinggal, jika kalian mau pergi tidak di larang, tetapi kami tidak menyarankannya, begitu sapa mereka..

tanda bahaya menuju desa Gurukinayan

untuk lebih jelasnya berikut adalah peta Gunung Sinabung beserta keterangan desa2 mana posisi yang paling dekat dengan gunung Sinabung

Peta Gunung Sinabung