Praktik Buddhis

Inti dari praktik Buddhis adalah untuk menghasilkan keberadaan kita sendiri sedemikian rupa sehingga kita dapat menyentuh secara mendalam kehidupan yang ada di sini dan tersedia setiap saat. Kita harus berada di sini untuk diri kita sendiri, kita harus berada di sini untuk orang yang kita cintai, kita harus berada di sini untuk hidup dengan segala keanehannya. Pesan dari praktik Buddhis kami sederhana dan jelas:
“Saya di sini untuk Anda.”

- Thich Nhat Hanh -

Pujian dan Kesombongan

Ketika mendengar pujian, pikiran selalu saja lari ke arah rasa senang yang tidak karuan, jika tidak disadari, pikiran terus mencari pujian2 dan kesenangan didalamnya terus menerus, begitulah kesombongan pada diri kami muncul.. padahal jika dibandingkan dengan dhamma, pujian itu hanya sebatas kata2, begitulah hendaknya kita senantiasa menyadari bathin apa adanya.. _/\_

Sahabat Spritual

Jika Anda masih muda, sebaiknya Anda tahu klu Anda butuh sahabat spiritual. Byk teman yg akan menarik Anda masuk ke jln gelap, yg akan menghancurkan tubuh maupun batin Anda, sehingga Anda tdk akan punya energi n sukacita kehidupan. Anda perlu mengenali bahwa teman2 ini bukanlah org2 yg perlu Anda dekati, org2 seperti ini tdk bisa kita sebut Kalyanamitra ( sahabat sejati). Anda malah hrs menyebut mereka “teman2 yg buruk”. Kita hrs menjauhi siapa saja yg Anda kenali sbg teman yg buruk, teman yg tdk bajik, org yg menarik Anda masuk ke dlm Bar, tempat narkoba dimana ada pecandu, org2 yg bicara kasar, org2 yg tdk tahu mendengarkan secara mendlm, org2 yg kata maupun perbuatannya dipenuhi dgn kekerasan. Jika Anda tinggal dgn mereka, jika Anda terus menerus balik ke mereka, tubuh n batin akan dihancurkan mereka, Anda akan membuat diri Anda menderita n Anda akan membuat org tua Anda menderita. Jadi Anda hrs mengenali siapa sahabat yg buruk, siapa sahabat spiritual Anda yg baik, Anda hrs bertekad utk tdk kehilangan mereka sahabat spiritual yg baik. Ayah n Ibu memberikan kita kelahiran fisik, tp orang2 yg membantu kita tumbuh dlm jalur praktek adlh sahabat spiritual kita. (Master TNH)

The Old Liar / Sang Penipu Tua

Our habit (suffering) is like an old liar, he always comes back to tell us the same old lies,
but if we are aware of it, we will not believe him any longer.
this is how we get dettached.
(Ajahn Chah)
———————————————————————————————

Kebiasaaan kita (penderitaan) seperti seorang penipu tua, dia selalu kembali dan bercerita tentang kebohongan yang selalu sama,
tetapi jika kita sadar akan itu, kita tidak akan percaya kepada dia lagi.
begitulah caranya kita melepas keterikatan itu.

 

Want to Meet The Next Buddha

if you want to wait around to meet the future Buddha, then just don’t practice.
You’ll probably be around long enough to see him when he comes.
(Ajahn Chah)

—————————————————

Jika anda ingin menunggu dan bertemu dengan Buddha masa depan, maka janganlah berlatih(meditasi)
kamu mungkin akan berada disini cukup lama untuk menemui dia ketia dia datang.