Jadikanlah setiap tempat sebagai Vihara Anda

Hendak pergi ke Vihara untuk dana makan pagi kepada Bhante Jinadhammo Mahathera, motor mogok di tengah jalan.. Akhirnya saya BERHENTI dan melihat indahnya dunia, Orang2 jalan pagi dengan ceria dan berbahagia, Aku menunggu teman untuk datang membantu..

Sungguh Suatu pagi yang indah walaupun saya tidak sampai ke Vihara..
“Vihara bisa berada dimana saja ketika anda menikmati kebahagiaan dan cinta kasih, Jadikanlah setiap tempat sebagai Vihara anda”

_/\_

 

kebajikan adalah pelindung dan pewaris harta

Orang yang mengajarkan anda kebajikan adalah pelindung dan pewaris harta yang terhebat, dengan melaksanakan kebajikan anda mengumpulkan Kamma baik yang akan melindungi anda dan mewariskannya kepada anda sampai kehidupan2 berikutnya..

KAMMAPATISARANA (Terlindung oleh karma masing2)
KAMMADAYADA (Mewarisi karma masing2)

-www.mitosmedan.com-

 

Kutipan Dhamma Bhante Jinadhammo di Hari Waisak 2554

Pada Hari Waisaka 2554 , 28 Mei tahun 2010, saya kebetulan sedang mengunjungi Bhante Jinadhammo dan memberi hormat..
kemudian datanglah Seorang pria..

Umat: “Bhante, Mama saya kakinya sakit”

Eyang: “Sakit Apa?”

Umat: “Sakit kuning, Bhante”

Eyang: “Lho, Mau Sakit Nga?”

Umat: “Yah nga mau lah..”

Eyang: “Masa murid Sang Buddha (yang mengerti Ajaran) nga mau menerima sakit”

Baik dan buruk itu harus diterima, itulah Dhamma..

 

———————————————-

Notes:

Orang sering menginginkan yang baik2 saja, senang mempercantik diri, senang makan yang enak2.. ketika sakit, usia tua dan kematian datang, mereka cenderung menolaknya..

“Renungkanlah di hari waisak ini bahwa kebijaksanaan Sang Buddha hanyalah dapat melihat dengan penuh kesadaran semua kelahiran, tua, sakit dan mati sebagaimana adanya tanpa embel2 perasaan senang dan sedih.. inilah dhamma.. orang2 yang tidak lagi terikat dengan kesenangan dan kesedihan akan berjalan aman kemanapun dengan ketenangan batin yang luar biasa”

 

Inilah Dhamma yang telah dipraktekkan dan diselami oleh para bijaksana, dan kalimat singkat ini sungguh mendalam karena diucapkan oleh beliau yang telah melaksanakannya.. beda jika saya yang mengucapkannya atau menuliskannya disini.. kekuatan dari praktek adalah yang tertinggi.. _/\_

—————————————–

Notes dapat dibaca di facebook juga dengan klik link dibawah ini:

Kutipan Dhamma Bhante Jinadhammo di Hari Waisak 2554

 

Kutipan-Kutipan Dhamma

Kutipan-Kutipan Dhamma

Masalah apa yang anda Khawatirkan saat ini ?, lupakanlah..
Fokuslah pada masalah anda yang tidak dapat dihindari ini, yakni : Hidup, menjadi Tua, Sakit dan Mati..
Terimalah kebenaran ini dengan lapang dada dan penuh kebahagiaan..
Masalah apa lagi yang lebih parah dari ini?

Bagi yang punya masalah.. Silahkan.. anda boleh bersedih dengan masalah anda atau anda berbahagia dengan melihat kebenaran dhamma yang diajarkan Sang Bhagava.. Hidup ini adalah dukkha, seperti yang telah dibabarkan dalam Ovadapatimokha yang… direnungkan pada Magha Puja semalam.. baca 4 Kebenaran Mulia tentang Dukkha..
Selamat berbahagia bagi yang bisa melihat Dukkha/Masalah sebagaimana adanya..

Happy Uposatha Day..
Happy Cap Go Meh..
May All Beings be Happy..
Pikiran adalah Pelopor, jika kita telah menjaga pikiran yang Murni dari mana lagi datangnya Pelanggaran Sila, Marah, Khawatir, dll?

If you do not have love inside you, how can you share love with others..
Love start from inside, so love yourself..
This is the love of the Buddha, Metta need to be practised well by Metta Bhavana (Loving Kindness Meditation)
-Ajahn Chah-

Setiap masalah datang dan pergi (anicca) kita harus petik buah kebajikannya (melatih diri)..
Kalo kita lose control bakal tidak dapat apa2 selain Akusala Kamma..

Do not think that you meditate only while sitting with eyes close.. Meditation in any posture is what Bhagava had taught.. So do it now.. _/\_

Sang Buddha memberikan komentar bahwa hal itu adalah wajar, bahwa kebodohan dan ketidaktahuan akan membuat seseorang melakukan perbuatan yang memalukan.

Sang Buddha memuji bhikkhu yang telah mempraktekkan Dhamma (vipassaka), tetapi tidak satu kata pujianpun yang diucapkan Beliau untuk orang yang terpelajar (ganthika).

Ia yang tidak membalas,memenangkan pertempuran yang sulit dimenangkan.
-Sa?yutta Nik?ya 1.188-

Ada yang tidak menyadari bahwa suatu hari kita semua harus mati. Namun mereka yang menyadari hal ini, akan menyudahi pertikaian mereka.
-Satu Sutta Sehari, 19 Januari 2011-

Jika tidak ingin seorang pun mengetahuinya, janganlah melakukannya
(Karena anda sendiri tahu dan anda juga Orang Toh..)
Selamat Hari Uposatha, Cap Go.. _/\_

Ketika Anda marah atau gelisah, jangan berpikir bahwa itu adalah ANDA yang marah atau gelisah, itu hanyalah seperti gunung berapi atau tsunami yang terjadi, itu hanyalah proses yang ALAMI..
The Right Angle – It’s never wrong
(Luang Por Liem)

Berlatihlah untuk melihat dan menerima 2 bata jelek dalam diri kita.. :)

Teori Mantap, Praktek Setengah2.. Sama Juga Boong.. :)

Pikiran ini kembali pada kebiasaan lama.. Melekat dengan erat kepada hal2 yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.. seperti seseorang yang bertemu dengan teman lamanya.. :)

Happy Uposatha Day, Che 1..
Bhante, boleh nga nonton TV pada saat Uposatha Sila?
“Tidak Mendengar tetapi Terdengar, Tidak Melihat tetapi Terlihat”
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata..

Manusia ini Majemuk, Budi Sendiri aja ada baik dan buruknya.. dengan menerima segala kebaikan dan keburukan dengan damai semoga kita selalu berbahagia.. _/\_

Greed For New Posture, Hatred For All Your Posture While Meditating.. depends on what are you doing.. greed and hatred arise all the time..

Seseorang yang telah melampaui baik kebaikan maupun kejahatan, dan kemelekatan, yang tidak lagi bersedih hati, tanpa noda, dan suci murni, maka ia Kusebut seorang ‘brahmana’.

saya sering memberitahukan, ketika dua orang terlibat janganlah membicarakan aku atau kamu, tetapi lihatlah sebagai KITA/KAMI..
- Ajahn Brahm-

Membaca, Mendengarkan dan Diam

inilah prakteknya.
(membaca buku dhamma, mendengarkan ceramah dhamma, diam=bemeditasi)
-Jinadhammo Mahathera-

Oleh karena diri sendirilah kita berbahagia, kalo kamu sendiri tidak berbuat baik, bagaimana bisa? nga mungkin saya bisa bawa kamu ke surga..
-Bhante Jinadhammo Mahathera-

Kepada mereka Sang Buddha menjawab, “Para bhikkhu! karena Aku sabar dan
menahan diri dan tidak melakukan kesalahan kepada mereka yang melakukan
kesalahan kepadaKu, Aku menjadi pelindung bagi banyak orang.”

Pikiran ini telah terlatih sejak kehidupan2 lampau untuk melekat kepada semua hal.. untuk melatihnya kembali ke jalan yang benar memerlukan tekad dan waktu yang tidak singkat, bersabarlah dalam latihan/praktek anda jika belum membuahkan hasil.. _/\_

Mundur Selangkah Demi Memberi Luang Kepada Orang Lain Merupakan Metode Pengasuhan Diri, Juga Pelatihan Diri. -Master Cheng Yen-

Just as a solid rock is not shaken by the storm,
even so the wise are not affected by praise or blame.

senang melihat umat islam atau kristen yang tidak melakukan kejahatan dan
banyak berbuat kebajikan.. karena inilah ajaran benar.. tidak harus
dalam bentuk agama buddha untuk melakukan semua ini.. :) _/\_

Samanera Sumana adalah murid dari Anuruddha Thera. Meskipun ia baru
berusia tujuh tahun, tetapi ia telah mencapai tingkat kesucian arahat,
dan memiliki kemampuan batin luar biasa.

Lihat di berita ada gunung berapi, tsunami, tetapi itu bukanlah bencana yang sesungguhnya, bencana sesungguhnya adalah ketakutan dan kegelisahan di diri kita sendiri.. (ketakutan dan kegelisahan dalam diri… kita terhadap bencana gunung berapi dan tsunami)

1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more)
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)

(331) Sungguh bahagia mempunyai kawan pada saat kita membutuhkannya; sungguh bahagia dapat merasa puas dengan apa yang ada; sungguh bahagia memiliki kebajikan ketika menjelang kematian; dan sungguh bahagia dapat mengakhiri penderitaan.

In This World Dhamma Also Need Money to Grow.. But the Bhikkhu’s Life is Out of The World to find the Real Dhamma..

 

Latihan Meditasi

Jangan pernah berpikir bahwa hanya dengan duduk dan mata ditutup berarti telah

berlatih meditasi. Jika kamu berpikir seperti itu, maka segera ubah pemikiranmu.

Latihan yang mantap adalah menjaga kesadaran pikiran di setiap sikap badan, apakah

duduk, berjalan, berdiri, atau berbaring. Ketika selesai duduk, jangan berpikir bahwa

Anda telah keluar dari meditasi tetapi berpikirlah Anda hanya mengubah sikap badan.

Bila Anda dapat melakukan dengan cara ini, Anda akan mendapatkan kedamaian.

Dimanapun Anda berada, Anda akan mempunyai kebiasaan berlatih dalam diri secara

bertahap. Anda akan mempunyai kesadaran yang mantap dalam diri Anda.

Venerable Ajahn Chah